Rabu, 27 Agustus 2014

LUPA BERCERMIN

Hai readers setia akuuuu ~
Apa kabar kalian semua? semoga baik selalu yaa. Maaf aku jarang ngepost pake banget :'( 
udah berapa bulan ya? kurang lebih 4 bulan ya? udah lewatin sweetseventen aku juga. udah lewatin lebaran juga. wah waah.. bener-bener punya hutang banyak nih aku sama kalian.
Beberapa orang juga udah nagih postingan di massage. mungkin ada salah satu diantara kalian juga yang lagi baca postingan senja kali ini :D
btw, minal aidin wal faidzin ya semua, walaupun lebaran sudah lewat, nggak ada kata terlambat buat maaf memaafkan right ;)
maafkan senja kalau tulisan-tulisannya belum ada yang menyentuh hati. maklumi saja yaa hehe. insyaAllah senja bakal belajar terus dan terus lagi buat perbaikin aksara yang setia di baca sama readers setia aku :)
"LUPA BERCERMIN"
Judul postingan aku kali ini. Sebenernya masih banyak tulisan yang mau aku bagi sama kalian. Buanyak buanget malah huehue :")  tapi sekarang aku lagi banyak tugas pake banget nih! maklum udah kelas XII, jadi pikiran aku lagi full of exercises nih ders! Bingung mau nulis apa juga sekarang nih. Tapi entah kenapa tiba-tiba dan baru aja kepikiran buat ngasih judul postingan kali ini dengan judul LU-PA BER-CER-MIN aja. Okelah. Siap-siap buat nulis *rapihinkerah*. (Padahalmahbajuyangdipakegadakerahnya-_-)


Have a nice reading buat postingan aku kali ini ya misser :)
Love you all!


LUPA BERCERMIN

Forgot to look a mirror.
Entah kenapa kata-kata itu terbesit di pikiran aku kali ini.
Kemarin. Saat aku menjelang tidur. aku merenung dan merenung atas semua yang telah aku lakukan.. Hari-hari yang lampau. Kesalahan yang lampau. Ucapan dan kata-kata yang lalu dan lalu.
Lalu lalang yang kadang bersemi dan redup kembali. Ada kalanya ketika kita berkomentar terhadap suatu hal, kita tak pernah sadar bahwa sebenarnya kita tak lebih baik dari dia atau mereka yang kita sebut kesalahannya walau sekalipun di dalam hati.
Entah kenapa kadang aku suka merasa sendiri dan berbeda dari yang lain. tepatnya di lingkunganku saat ini. Mungkin memang berbeda, karena setiap insan memiliki akar yang berbeda. tapi kadang kala kata "beda" itu sendiri membingungkan buat aku. ejegileeh~

Suatu hari bunda pernah ngasih aku ceramah puanjang lebar .. yang intinya "You must be different than others!" ~ ~ "kamu harus beda dari yang lain! harus beda nak!"

 Pernah nggak sih ngerasa beban yang paling dalam? seolah-olah kayanya cuman kita yang punya masalah sendiri. dan seolah-olah pikiran bak gelas yang di banting. Pecah! Remuk! Bingung harus gimana? pernah gak ngerasain itu? :D
aku yakin.. semua pasti pernah ngalamin itu.
mungkin sekarang between kalian juga ada yang lagi ngerasain hal itu. ya gak? tenang guys.. kalau kata cerryble sih "Don't Cry, Don't be sad.. kamu cantik apa adanya" hahaha itu sih bagi readers cewe yak. Bagi readers cowo gimana mba senja? waduh? Jadi cowo mboh yaa ojo ning rapuh! strong dong! hihi. Tapi ini postingan over all nggak rasis kok.. nggak mengkhususkan untuk cewe ataupun cowo, ikhwan ataupun akhwat. Tapi untuk kita :)
Kita yang mungkin hati dan perasaannya sampai di kepiluan. mungkin juga sampai di ufuk malam. Sunyi, sepi, senyap dan gelap. Merasa kosong, hampa dan sendiri. ahahaha apa? anti galau? ada yang bilang anti galau? mustahil! aku juga dulu sering banget kok munafik sama diri sendiri. Bilang anti galau! padahal mah sering banget galau :D
Jadi nggak usah malu buat ngaku galau daripada ujung-ujungnya malu sendiri gara-gara pernah ngepost di sosmed "anti galau" padahal mah dikit-dikit galau. dikit-dikit gigit jari. apalagi? dikit-dikit bilang gini.. "sakitnya tuh disini! *nunjukhati*" halaaaah hahaha (nyindirsendiri-_-)
gak papa..gak papa.. gak mama.. loh? haha atuhlah :(
kalau kata Mario Teguh sih "Remaja itu mustahil tanpa kegalauan. Galau itu awal dari kesuksesan". Nah tuh! hahaha yaa yaa yaaaaa "walaupun hidup gak semudah perkataan Mario Teguh" (dalemhati)
Tapi sekali lagi gak usah khawatir readers! Semua orang pernah ngerasain apa yang kamu rasain ketika pikiran udah di ujung laut. -emang laut ada ujungnya? -_-
hahaha.
Beginilah mba senja readers. Ngomong sendiri. Jawab sendiri.
Nahh naah.. sering banget nih aku galau gara-gara si pencumburu yang satu ini nih ..

Nah, ini dia ni! yang sering bikin aku galau maximal!
si ungu unyu yang udah bersama selama 5 tahun ini gampang banget cemburunya. lagi-lagi kalau aku udah dengerin musik. Apalagi kalau galauin yang lain selain si ungu unyu ini. pasti langsung buyar deh..
cemburuan banget sih kamu sayang ~
Jadi galau galau galau!
hey kamu yang di jauh sana. aku tau kamu memang sangat pencemburu. Tapi cemburumu dan cemburuku itu tak melibihi kalimat-kalimat dan lantunan indahnya. Yuk fokus yuk! hehe semangat ~
Biarlah kita bertemu dalam ketaatan ^ ^
Terkadang jarak memang menyakitkan.
Tapi bukankah jarak adalah ujian? Perkara yang dipersiapkanNya untuk mengetahui sejauh mana kita mampu bertahan. Biarlah nanti masa depan yang akan mengabarkan bagaimana keindahan pada masa yang akan datang.  Seperti katamu. "Ada keindahan setelah itu".

mari kembali untuk Al-QUR'AN si pencumburu dari pencemburu lainnya. 
Kadang memang sering kita lupa bercermin. menyalahkan takdirNya. menyalahkan masalah. menyalahkan orang-orang disekitar kita. Tapi bukankah masalah adalah uji kita?
Masalah ada ketika Allah ingin tau sampai mana kita akan bertahan. Sampai mana kita sadar bahwa ada cermin di balik perihal yang kita lakukan. "Tak ada asap bila tak ada api" Isn't right?"
Gak usah takut mengaku salah.. ucapkanlah maaf walau kau tak pernah merasa bersalah sekalipun. 
karena terkadang kita memang lupa bercermin. Manusiawi kok kalau punya sikap ingin menjadi yang paling benar. Tapi egois bila kita selalu merasa benar. Yuk bercermin :D
Bagaimana kita bisa merangkai masa depan. bukan bagaimana kita bisa mengubah masa lalu. Masa lalu biarlah menjadi sejarah yang telah berlalu. Mengambil hikmah dari setiap perilaku. 
Intinya sih nulis ini tuh mau nyemangatin diri sendiri dan para readers aja sih.. buat tetep semangat dan terus semangat! ^^ hihihi

Sebenernya aku juga bingung sih lagi nulis apa ini. ini aja nulis asal nulis :D
cuman lagi inget kata-kata ini aja

Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. ~ Pramoedya Ananta Toer

and this is.

Tulisan yang jelek.. lebih baik dari tulisan yang nggak ada. Sebab, apa yang mau diperbaiki dari sesuatu yang tak ada? -masaih-

puisi dikit ~
 
Ketika malam membentang.. kutunggu fajar menjelang. 
ketika fajar menjelang kutunggu senja yang datang, 
ketika senja menghilang, kutunggu malam kembali pulang. 
Begitu kembali dan seterusnya. 
Hanya waktu yang tau kapan aku kembali berlabuh. 
Berlabuh hingga tubuh benar-benar rapuh. 
Tapi usaha hidup tetap tanpa keluh. 
Dayung...
Ku dayung terus hingga ujung. #senandungsenja


yasudahlah readers. mba senja nya mau lanjut belajar lagi nih hehe. see you. paii paiii paii :*
maaf bila blog ini belum bisa memberi postingan yang menyentuh kalbumu yaah cincaa ~
Sleep well.
and Gnight :) 



you can gives me comment at @fazzaalana thanks before ~

Kamis, 03 April 2014

Sepucuk Surat (SSUDYTN ?)

hai hai semua ~
sepertinya senja sombong sekali ya .. merasa waktu yang dimiliki terlalu padat hingga tidak sempat bercengkrama dengan pena
hhm.. maafkan senja yaa .. untuk para pembaca yang selalu setia menanti postingan senja (kalau-ada-sih) hehe ..
Kita mulai dari mana nih malam ini ?
Senja jadi bingung mau nulis apa ? hehe
okedeh readers ..
kita mulai dengan Assalamu'alaikum okey
dijawab dulu dong :)
nahh ..
Alhamdulillah
 BISMILLAH!
 "SSUDYTN" ( Sepucuk Surat Untuk Dia Yang Tertulis Namanya )

Untuk dia yang telah tertulis namanya di lubuk hati ini.

Dengarlah ..
Aku bukanlah Fatimah Radhiyallahuanha yang betapa mulia nan anggun, Aku tidak setaqwa Aisyah Radhiyallahuanha , Pun tidak secantik Zainab Radhiyallahuanha, apalagi sekaya Khodijah Radhiyallahuanha.
Aku hanyalah seorang akhwat akhir zaman,
Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka,
Membangun keturunan yang sholeh,
Membangun peradaban,
dan membuat Rasulullah shallahu’alaihiwasalam bangga di akhirat ..

ya Allah yaRabb ..
Aku berdoa untuk seorang ikhwan yang kelak akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan untuk orang lain

Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting
Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada pada pribadinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup
Sehingga hidupnya tidak sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku
Seorang yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasehatiku
Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku atau statusku tapi karena Engkau

Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang membuatku merasa sebagai wanita shalehah ketika aku berada di sisinya
Seseorang yang bisa menjadi nahkoda kapal yang membawaku berlayar ke pelabuhan yang indah
Seseorang yang bisa menjadi penuntun aku dan kami kelak
Seseorang yang sabar mengingatkan saat diriku tak patuh

YaRabb yaa habibi ..
Aku tak meminta seseorang yang sempurna
Hingga dia dapat membuatku sempurna di mataMu
Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup

Aku tidak mengharap dia semulia abu baker Radhiyallahu,
tidak setaqwa umar Radhiyallahu, pun setabah Ustman Radhiyallahu,
Ataupun sekaya Abdurrahman bin auf Radhiyallahu, setegar zaid Radhiyallahu
Juga segagah Ali Radhiyallahu, apalagi setampan usamah Radhiyallahu.
Aku hanya mengharap seorang ikhwan akhir zaman,
Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka,
Membangun keturunan yang sholeh dan sholehah,
Membangun peradaban,
dan membuat Rasulullah shallahu’alaihiwasalam bangga di akhirat

Karena aku sadar aku bukanlah orang yang semulia Fatimah Radhiyallahuanha,
atau setaqwa Aisyah Radhiyallahuanha ,Pun secantik Zainab Radhiyallahuanha, apalagi sekaya Khodijah Radhiyallahuanha.
Aku hanyalah seorang wanita akhir zaman
yang punya cita dan cinta ~

Ya Rabb yang maha baik ..
Aku juga meminta, Jadikanlah ia sandaran bagiku
Buatlah aku menjadi akhwat yang dapat membuatnya penuh cinta
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sepenuh jiwaku
Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dariMu

Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak kebaikan dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat

kokohnya benteng tidak bisa dibangun dalam semalam, namun bisa hancur dalam sedetik
Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap

Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa saja terberai dalam sesaat
Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan
Tapi awal sebuah langkah
Karenanya, jadikanlah kelak pernikahan kami sebagai titian
Untuk belajar kesabaran & ridho-Mu, ya Rabbi

Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
” Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang
dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan ..

Astaghfirullah, Wallahu’alam bisshowab

hhmmm.. sebenernya sepucuk surat ini terlalu dewasa untuk postingan remaja seusia senja :)
senja hanya terisnpirasi saja oleh seseorang sehingga senja mampu mendekskripsikan tutur kata hati yang datang nya memang dari hati.

Teruntuk kau yang di jauh sana.
entah bagaimana kisah nanti ..
ku harap kita bisa bersama-sama  untuk "saling merapatkan nama dalam do'a".
hingga bila kelak suata saat kita bertemu dalam suatu pelabuhan .. kita mampu berlayar menuju pulau yang kita ingin kan "bersama".
"kamu" dan "aku" yang telah tercatat di "Lauful Mahfudz".

#bukangalau
#hanya-senja-yang-hobi-bersenandung
#senandungSenja

Sabtu, 22 Maret 2014

SENANDUNG SENJA (chapter 1) Ayah bilang ..

Ku lirik analog yang ada di handphone ku, tepat pukul 10:01 senja mulai menulis kalimat demi kalimat di mesin ketik yang semakin hari semakin berkembang teknologinya ini.
Sudah lama penulis yang belum terkenal dan belum ahli dalam menulis ini tidak memposting tutur kata yang ada di pikiran dan benaknya disini, di dunia ku ini. Merasa berdosa dan banyak sekali salah yang telah senja lalui. Ah, betapa bodohnya aku ini!

- AYAH BILANG-

Ayah .. sesosok tulang punggung yang tak pernah lelah mengemban amanah untuk menghidupi kami. Aku si senja yang malang, kaka ku, adik ku, dan Bundaku yang bukan melahirkan aku. Tentu saja aku amat menyayangi mereka semua, walau sebenarnya terkadang aku seringkali lebih cuek (kata mereka). Rasa bersalah sejak dulu memang telah aku leburkan ketika hati kecil penuh noda ini renungkan betapa banyak kesalahan yang telah dilakukan. Akupun mencoba membuka mata hatiku yang dulu kelabu dan mulai meraba kehidupan yang nyata dengan hadir di keluarga yang kini telah lengkap, ada ayah,ibu,adik dan kaka kesayangan ku. Berbeda dengan dahulu kala saat aku tak meraba dunia dan gelap mata, kini hidupku dipenuhi kasih dan cinta, akupun mulai belajar menjadi sesosok yang penyayang.. karena sejujurnya, aku tak pernah membenci seseorang..yang aku benci hanyalah kesepian.
Ayah .. sesosok yang kerap biasa ku panggil dady. Papa dulunya, sebelum bintang kecilku terlahir kedunia ini seringkali aku memanggil ayahku dengan sebutan PAPPA. "papaa.. pappaa.. aku mau ini.. aku mau itu.. aku mauuuu blaa blaa dan blaaaa" Ah, merepotkan sekali aku ini!. Setelah bintang kecilku terlahir di dunia dengan umur yang terpaut 10 tahun denganku.. kami bersepakat untuk mengganti julukan yang biasa kami sebut Pappa-Mamma menjadi Dady-Bunda. haha memang lucu, untuk mengubah kenangan yang sebelumnya.. tanpa diresmikan terlebih dahulu, kita telah bersepakat secara tidak resmi untuk memanggil ayah ku dady dan ibuku bunda..
Aku juga punya Abi dan Umi.. Umi adalah sosok bidadari yang telah melahirkan aku 16 tahun yang lalu. Tapi umi telah kembali bersama bidadari-bidadari cantik lainnya dan hidup di kehidupan yang nyata saat aku berusia 10 tahun. Jadi, 6 tahun yang lalu umi pergi meninggalkan kami kedua anaknya... aku dan kakak ku. Setelah umi pergi .. aku dan kaka ku pun hidup di dunia yang penuh peraturan. Dimana kami dituntut untuk mengemban ilmu agama dan ilmu alam sebagai bekal dunia dan akhirat. eh, tidak! kakaku memang telah mengemban ilmu disana sebelum umi pergi.. dan aku saat itu masih duduk di sekolah dasar yang sebelumnya juga telah di perbincangkan dengan umi bahwa aku akan menuntut ilmu ke jenjang berikutnya di tempat yang sama dengan kakaku. Sebenarnya sebelum aku berdiskusi dengan umi, aku diberi pilihan untuk melanjutkan studi ku dengan memilih diantara mereka Umi atau dady.. pilih yang mana ? aahh! saat itu akupun bingung memilih yang mana.. dan pada akhirnya pilihan ku pun bulat untuk melanjutkan studi ku di penjaranya surga.. lebih tepatnya sih pondok pesantren hehe. Akhirnya akupun tidak memilih antara "umi atau dady". Karena tekad dan keinginanku kuat untuk melanjutkan studi ku disana. Ketika aku duduk di kelas satu smp tepatnya kelas 1 mts di sebuah pesantren modern berbasis tarbiyyah di daerah kuningan jawabarat yang sudah terkenal di manca negara bahkan lebih dari itu.. Abi ku seringkali menengok aku dan kakakku saat aku masih menjadi seorang santri. Abi memang sesosok ayah yang tidak pernah menutup mata dan hatinya walaupun umi sudah tidak bersamanya lagi dan walau kami bukan darah daging abi. "Umi memang sudah tidak ada, tapi umi tetap ada di hati abi dan kalian anak-anak abi" sahutnya, sahut abiku. Walau bagaimanapun juga, Abi dan ayahku adalah sesosok ayah yang selalu mencintai putra-putrinya walau memang pola didik keduanya berbeda dengan didikan abi yang selalu lembut dan tak pernah marah. dan dengan didikan ayah yang amat sangat protectif terhadap ku, selalu mengkhawatirkan aku dan lebih tegas dari abi.. walau begitu akupun tau, ayah mempunyai alasan mengapa dia begitu dan seperti itu.. dia ingin sekali menjadikan aku sosok yang "luar biasa" bukan sosok yang biasa-biasa saja.. sekeras dan setegas apapun ayah, ayah tetap memiliki hati yang mudah luluh dan penuh kasih sayang.

                                                             *****


to be continued yaa ... tadi senja ketiduran dan belum matiin kompi niih, mata senja mulai memerah. pipi senja juga memerah karena lelah. besok harus tetap semangat untuk mulai mengemban amanah.
saatnya tidur sudah malam, besok senja lanjutkan lagi oke ;)
miss you all readers{}