Kamis, 23 Januari 2014

DINGIN OH DINGIN TUHAN

at 22:22

di malam yang sesunyi ini, aku sendiri tiada yang menemani #nyanyi
cuman nyanyi kok bukan galau :'D/ hehe
kalem aja kalem..

hei hei semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

SELAMAT MALAM!

selamat malam semua~
Dingin oh dingin Tuhan..
udah beberapa hari senja kedinginan..{}
#hanyamampubersyair

SENANDUNG SENJA._.

Judul postingan kali ini terinspirasi ketika senja sang penulis mau tidur nih readers..
jadi gini ceritanya, tadi jam 22:00 senja rencananya udang nguantuk dan mau bobo, tapi senja gak bisa tidur karena badan senja menggigil kedinginan..
bagaimana mungkin?
biasanya setiap malam pasang AC bersuhu 16cels aja selimut suka di tendang, tapi sebenernya ketendang sih bukan di tendang hehe..
tapi udah beberapa hari ini AC dirumah selalu di matiin karena udara begitu dingin ampe-ampe senja menggigil *serius*
udah lagi menggigil ditambah lagi ada seseorang yang lagi *dingin* eeeh.. hehe
kalem aja kalem *cumanperasaanaja*
uh uh.. wanita memang selalu menggunakan perasaan yaa pemirsa hehe
back to the topic ._.
naaah... waktu senja tarik selimut tadi, senja langsung berfikir..
ya Allah... baru segini aja dinginnya udah menggigil..
gimana yang di luar sana Rabb?
gimana orang-orang di luar sana yang tidur tanpa dilindungi oleh atap,dinding,jendela dan pintu rumah..
Terimakasih atas segalanya yang telah engkau beri pada hambaMu ini Rabb :"

*Senja pun langsung bangkit dari kasur dan beranjak untuk mulai mengetik kata perkata yang sedang senja rasakan kini*

daripada senja pendem sendiri, mending senja berbagi sama teman-teman semua..
yaa wallahua'alam (hanya Allah yang tau)
senja cuman manusia biasa yang hobi berpena aja..

Lanjut (back to the topic)

dingin oh dingin Tuhan...
menggigil raga ini..
dan menggigil hati ini ketika melihat mereka yang bersedih karena musibah dan ujian yang sedang kau berikan pada saudara-saudara kami Rabb...

korban-korban banjir ini memerlukan bantuan kita..
kita itu berkewajiban membantu mereka semampu mungkin T.T
karena apa yang telah kita berikan untuk negeri penuh cinta ini selain cinta,ketulusan dan kasih sayang ?
ooh negeri elok ku ?
kembalilah indah seperti dulu~
Aku mencintaimu setulus hati..
kini kau seperti lautan bumi
bukan negeri yang ku lihat elok ketika ku membaca artikel tentang keindahanmu dulu.
indonesiaku`







semoga kau kembali indah seperti dulu
#al-Fatihah
maafkan aku oh negeri ku..





Senin, 13 Januari 2014

Risalah Cinta

Mungkin untuk sekedar puisi saja tidak cukup wahai kasih yang di jauh sana..
tangan ini terlalu lemah untuk mengukir perkara hidup yang perih,
dingin hati menunggu..
menggunungnya hinaan..
nelangsanya hati sepi namun tetap senyum dalam ikhlas..
takbirkan saja cinta dan hidup hanya pada Allah




23:20 , jan 13

Minggu, 12 Januari 2014

SAMPAI DI TITIK KELUH

nih guys kegalauan ababil haha..
wajar aja yaaa galau sewajarnya :)
lagi pengen ngegalau nih, galau sesaat aja deh yaaa :D/
judul puisi abstrak kali ini "sampai di titik keluh"

yaa wajar siiih, sewajarnya aja kalau manusia memiliki keluh juga, wajar2in aja yaa..
nggak ada manusia yang sempurna :)

check it out, sampai di titik keluh~

Malam tak berujung..
masih sama seperti puisi malamku...
aku masih sendiri..
mulai bermain hati..
ooh hati...
mengapa kau keluh?
keluh akan luka..
gelisah tak berarti..
pantaskah akhwat sejati?
sampai di titik keluh, aku terdiam tak berarti..
mungkin teringkar dari mimpi dan janji..
hanya hati yang mengerti...
telah sampai ku di titik keluh..
dunia ku ini sungguh-sungguh tuhan...
bagaimana mungkin bila aku pergi nanti?
aku belum menyiapkan bekal apapun tuhan..
aku belum siap untuk pergi,
telah sampai ku di titik keluh,
entah mengapa selalu ada waktu dimana semangat menjadi hancur..
ketika bahagia menjadi luka..
ketika dunia terasa neraka..
ketika surga terasa jauh,
Tuhan bantu aku terlepas dari semua ini...
kilaukan aku kembali..
bagaimana bisa aku menjadi cahaya ditengah gelap sedang diri redup tak berarti?
bagaimana bisa bila keluh ini melebur pada jiwa dan mencambuk dinding luka?
bagaimana mungkin aku bisa?
mampukah aku menahan sakit ini sendiri?
mampukah aku menimang diri ini sendiri?
Allah selalu ada di hati..
dan memang hanya hati yang mengerti..
telah sampai di titik keluh, di mana aku harus mengukirnya kembali dan menggambarnya diatas kanvas yang kurajut ulang..
telah sampai di titik keluh di mana hanya ada aku dan Tuhanku yang tau..
Allahu Akbar~
biarkan hati ini membakar diri..
walau sakit dan perih namun ku biarkan semuanya hancur..
ku biarkan semuanya hancur agar yang perih ikut terbakar,
ku ukir lagi harapan yang baru dengan melupakan semua yang habis karena terbakar..
biar asap yang menghilang...
saat keluh sampai di titik jenuh...
tersenyum ku sesaat ketika aku melihat langit,
kemudian ku menangis ketika aku kembali melihat tanah..
sungguh bersyukur ku bersyukur walau ku sampai di titik keluh,
Allah selalu adil..
memberikan ujian yang datang selalu dan mampu aku kerjakan...
hebatnya diriku...
Tuhan kau baik..
maaf bila ku sampai dititik keluh..
semoga luka menjadi alasan mengapa aku tak ingin berdiam..
semoga luka menjadi alasan mengapa aku tak pernah berhenti...
semoga luka menjadi alasan mengapa ku mampu menghadapi titik keluh ku..
dan semoga luka menjadi alasan mengapa aku bisa meneteskan air mata dan aku tau bagaimana caraku untuk menghapus air mataku sendiri tanpa menanti harapan yang tak pasti untuk menghapus air mata ini..
terimakasih luka..
karena ketika kau sampai dititik keluh ku,
aku akan lebih memahami arti dari mengapa ku sampai di titik keluh ini..
terimakasih luka :)

dear keluh,
wahai kau yang penuh keluh..
berpegang teguhlah pada hatimu,
karena hatimu selalu jujur dan apa adanya..
tulus dan ikhlaslah dengan semua kesah dan keluhmu,
pesanku keluh...
datang saja pada hati ku bila kau rindu dan benar-benar membutuhkan keluh..
karena aku mengerti mengapai keluh mengeluh..
namun mohon ku mohon, pergilah sejauh mungkin wahai keluh.. bila kau hanya ingin membuat keluhku acuh,
jangan sakiti keluh ku ini..
telah banyak luka yang tak keluh mengerti..
namun berikan aku segores kata dan alasan tentang keluh..
mengapa kau keluh?
sampaikan saja..
jangan membuat keluh ini terus mengeluh..
mungkin keluh sulit untuk mengungkap rindu,
mungkin pula sulit membendung keluh..
namun begitulah keluh yang lemah,
selalu percaya dengan keluh yang mengeluh..
namun ingat wahai keluh....
ketika keluh sampai di titik keluh,
keluh tak akan berharap untuk menampung semua keluh yang mengeluh kembali pada keluh..
karena mungkin keluh akan benar-benar mengeluh penuh keluh...
mengertilah~