Senin, 13 Januari 2014

Risalah Cinta

Mungkin untuk sekedar puisi saja tidak cukup wahai kasih yang di jauh sana..
tangan ini terlalu lemah untuk mengukir perkara hidup yang perih,
dingin hati menunggu..
menggunungnya hinaan..
nelangsanya hati sepi namun tetap senyum dalam ikhlas..
takbirkan saja cinta dan hidup hanya pada Allah




23:20 , jan 13

Minggu, 12 Januari 2014

SAMPAI DI TITIK KELUH

nih guys kegalauan ababil haha..
wajar aja yaaa galau sewajarnya :)
lagi pengen ngegalau nih, galau sesaat aja deh yaaa :D/
judul puisi abstrak kali ini "sampai di titik keluh"

yaa wajar siiih, sewajarnya aja kalau manusia memiliki keluh juga, wajar2in aja yaa..
nggak ada manusia yang sempurna :)

check it out, sampai di titik keluh~

Malam tak berujung..
masih sama seperti puisi malamku...
aku masih sendiri..
mulai bermain hati..
ooh hati...
mengapa kau keluh?
keluh akan luka..
gelisah tak berarti..
pantaskah akhwat sejati?
sampai di titik keluh, aku terdiam tak berarti..
mungkin teringkar dari mimpi dan janji..
hanya hati yang mengerti...
telah sampai ku di titik keluh..
dunia ku ini sungguh-sungguh tuhan...
bagaimana mungkin bila aku pergi nanti?
aku belum menyiapkan bekal apapun tuhan..
aku belum siap untuk pergi,
telah sampai ku di titik keluh,
entah mengapa selalu ada waktu dimana semangat menjadi hancur..
ketika bahagia menjadi luka..
ketika dunia terasa neraka..
ketika surga terasa jauh,
Tuhan bantu aku terlepas dari semua ini...
kilaukan aku kembali..
bagaimana bisa aku menjadi cahaya ditengah gelap sedang diri redup tak berarti?
bagaimana bisa bila keluh ini melebur pada jiwa dan mencambuk dinding luka?
bagaimana mungkin aku bisa?
mampukah aku menahan sakit ini sendiri?
mampukah aku menimang diri ini sendiri?
Allah selalu ada di hati..
dan memang hanya hati yang mengerti..
telah sampai di titik keluh, di mana aku harus mengukirnya kembali dan menggambarnya diatas kanvas yang kurajut ulang..
telah sampai di titik keluh di mana hanya ada aku dan Tuhanku yang tau..
Allahu Akbar~
biarkan hati ini membakar diri..
walau sakit dan perih namun ku biarkan semuanya hancur..
ku biarkan semuanya hancur agar yang perih ikut terbakar,
ku ukir lagi harapan yang baru dengan melupakan semua yang habis karena terbakar..
biar asap yang menghilang...
saat keluh sampai di titik jenuh...
tersenyum ku sesaat ketika aku melihat langit,
kemudian ku menangis ketika aku kembali melihat tanah..
sungguh bersyukur ku bersyukur walau ku sampai di titik keluh,
Allah selalu adil..
memberikan ujian yang datang selalu dan mampu aku kerjakan...
hebatnya diriku...
Tuhan kau baik..
maaf bila ku sampai dititik keluh..
semoga luka menjadi alasan mengapa aku tak ingin berdiam..
semoga luka menjadi alasan mengapa aku tak pernah berhenti...
semoga luka menjadi alasan mengapa ku mampu menghadapi titik keluh ku..
dan semoga luka menjadi alasan mengapa aku bisa meneteskan air mata dan aku tau bagaimana caraku untuk menghapus air mataku sendiri tanpa menanti harapan yang tak pasti untuk menghapus air mata ini..
terimakasih luka..
karena ketika kau sampai dititik keluh ku,
aku akan lebih memahami arti dari mengapa ku sampai di titik keluh ini..
terimakasih luka :)

dear keluh,
wahai kau yang penuh keluh..
berpegang teguhlah pada hatimu,
karena hatimu selalu jujur dan apa adanya..
tulus dan ikhlaslah dengan semua kesah dan keluhmu,
pesanku keluh...
datang saja pada hati ku bila kau rindu dan benar-benar membutuhkan keluh..
karena aku mengerti mengapai keluh mengeluh..
namun mohon ku mohon, pergilah sejauh mungkin wahai keluh.. bila kau hanya ingin membuat keluhku acuh,
jangan sakiti keluh ku ini..
telah banyak luka yang tak keluh mengerti..
namun berikan aku segores kata dan alasan tentang keluh..
mengapa kau keluh?
sampaikan saja..
jangan membuat keluh ini terus mengeluh..
mungkin keluh sulit untuk mengungkap rindu,
mungkin pula sulit membendung keluh..
namun begitulah keluh yang lemah,
selalu percaya dengan keluh yang mengeluh..
namun ingat wahai keluh....
ketika keluh sampai di titik keluh,
keluh tak akan berharap untuk menampung semua keluh yang mengeluh kembali pada keluh..
karena mungkin keluh akan benar-benar mengeluh penuh keluh...
mengertilah~

Jumat, 10 Januari 2014

SIAPA AKU?

hai hai semuaa..
Assalamualaikum! :)
malem gusy....
pasti temen-temen kira senja salah tulis yaa? harusnya kan guys?
nggak papa lah.. menjadi orang yang beda itu unik..
seperti dia? dia? #eeeh
siapa tuh..??
nggak tauu..
angin kali yaaa hehe
*lupakan*

hhmmm.....
berkaitan dengan pembahasan malam ini,
"siapa aku?"
who i am?

Diriku?
aku?

Inilah aku...
Jiwa yang rapuh nan penuh keluh....
siapa diriku?
bukan apa-apa..
tau kah kau batu kerikil?
mungkin aku bagaikan salah satu pada pecahan batu kerikil..
rapuh dan enyah...
entah sampai kapan aku begini..
menanti laut yang tak kunjung menyapa pasir di pantai...
tapi mustahil kah?
mustahil kah bila laut tak setia dengan pantai?
bukankah laut akan selalu ada bersama pantai??
layak kah bila pantai dijuluki pantai tanpa adanya laut?
mungkin kemustahilan yang hanya bisa menjawab...

beginilah wanita,
bagaikan pasir di tepi pantai...
hanya mampu menunggu air dari laut yang akan meresap di selah pasir pantai..
hanya bisa menunggu dan siap keadaan laut yang kadang pasang dan kadang surut..
benarkah?
atau mungkin hanya pikiran ku saja?
mungkin aku terlalu lelah untuk merangkai semua kata-kata ini...
mungkin aku terlalu buruk untuk merangkai kata-kata indah..
*mungkin*
karena aku hanyalah kabut yang bias bagaikan awan...
*mungkin*
tapi aku bukanlah petir yang datang di tengah hujan..
 *mungkin*
mungkin....
satu kata yang bisa aku nilai terhadap diri ku..
aku tak bisa menilai "siapa aku?"
siapa diriku...
hanya mata insanlah yang dapat menilaiku..
dan Tuhan lah yang mengetahui siapa diriku sesungguhnya..
mungkin aku orang yang lemah (?)
mungkin pula aku orang yang amat kuat (?)
mungkin juga aku adalah makhluk yang tak punya hati(?)
atau bahkan aku makhluk yang memiliki hati tapi tak bermanfaat(?)
entahlah orang menilai apa..
aku hanyalah kertas putih yang selalu menanti pena untuk menggoreskan tintanya diatas lembaranku...
*berpikir sejenak*
setelah rangkaian kata dan memori terangkai halus di benak ku...
tak ada salahnya jika aku menjadi pena di atas keratas kosongku..
ku coba dan ku cobaaa...
enyah tak ternilai,
hanya sakit yang kurasakan..
tetap saja!
aku tak pernah bisa menjadi pena dalam hidupku sendiri..
memang benar..
pantas saja..
Tuhan memang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan..
kertas dan pena...
pena dan tinta...
aku dan kamu..
kertas dan tinta..
artinya aku dan dia..
kita..
begitulah sambung menyambung..
terkadang memang sakit..
tetapi begitulah adanya...
dalam satu lembaran kisah..
dalam satu lembaran cerita..
pasti ada yang menyakiti...
pasti ada yang tersakiti..
pasti ada yang mengalah...
pasti ada yang seperti ini atau seperti itu..
mungkin kini aku hanya bisa mengalah pada tinta..
karena aku tahu..
bahwa kertas dan pena tak akan pernah menyatu tanpa adanya tinta..
mengertikah maksud ku??
siapa aku?
siapakah diriku??

hanyalah selembar kertas yang menanti kehadiran pena~
*mungkin*
mungkin aku bodoh untuk mengalah..
tapi mengalah tiada salahnyaa..
biarkan sabar menjadi pecut...
biarkan penyesalan menjadi luka karena terlambat menyulam benang~
biarkan~
biarkan saja.
peduli kah?
mungkin karena aku percaya..
aku percaya bahwa kertas dan pena akan membuahkan kenangan dalam setiap lembarnya..
kenangan..
ya, kenanganan yang terkenang dalam setiap lemabaranya..
*mungkin*
siapa aku?
 satu hal yang aku tau dari diri ku yaitu...

AKU TIDAK TAU APA-APA~
cukup menjadi diriku apa adanya....
itulah aku..
*mungkin*